Tafsir Quran Surat Al-Anfal ayat 2-4

February 24, 2012 in Uncategorized

TAFSIR  QURAN JUZ 9
SURAT AL-‘ARAF 88-AL-ANFAL 40
Tugas Mandiri Tafsir al-Qur’an
Mata Kuliah al-Qur’an

Yusac Firmansyah
Oleh
11130068
Kelas
Dosen Pengampu
Moh. Wakhid Hidayat
Fakultas Adab dan Ilmu Budaya
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
2011


AYAT  PILIHAN
Juz 9
Surat Al-Anfal ayat 2-4
2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya   bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.


MENJAUHKAN KITA DARI DOSA MENDEKATKAN DIRI PADA ILAHI
TUGAS TAFSIR AL-QUR’AN
SURAT AL-ANFAL AYAT 2-4
A. Pendahuluan
Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya,memohon pertolongan- Nya,       memohon ampunan-Nya, sertaπ bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan-kejahatan diri, serta perbuatan-perbuatan buruk Kami. Barang siapa yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan Allah, tidak ada seorang pun yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi, tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi) selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Selamat sejahtera semoga  dilimpahkan kepadanya, kepada keluarga, para sahabat dan para pengikutnya. Keimanan seseorang dapat naik turun seperti halnya ombak lautan yang terkadang pasang dan surut, kita pun juga menyadari hal tersebut terjadi pada diri kita. Akankah kita terus menerus mengabaikan hal tersebut, terus bagaimana kita mensikapinya apakah iman dan taqwa kita kambuh hanya ketika diberi musibah atau iman yang surut ketika kita diberi kenikmatan yang lebih oleh Allah SWT. Menafkahkan sebagian rezki juga dituntut dalam pembahasan ini.Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai. [1]

[1]Aa Gym, Sofware E-Book Kumpulan Tausiyah Aa Gym, Ciputat , 1423 H

 








A. Pembahasan

Sebelum memasuki yang lebih mendalam hendaknya kita mencium terlebih dahulu, ketika kita akan membahas apa itu sebuah iman. Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu. Yang dimaksud mengerjakan yang dikehendaki sebagaiman dijelaskan pada QS Al-Anfal pada ayat 2 sampai 4, Allah menyebutkan beberapa sifat orang yang beriman dengan                sebenar-benarnya. Pertama, mereka adalah orang-orang yang jika disebut Nama Allah, mereka gemetar dan takut. Kedua, jika dibacakan ayat-ayat            Al-Qur’an, iman mereka menjadi bertambah. Ketiga, mereka bertawakkal hanya kepada Allah semata. Keempat, mereka menegakkan shalat dengan menyempurnakan seluruh syarat, rukun, wajib dan sunnahnya. Dan kelima, mereka adalah orang-orang yang gemar berinfak dari rizki yang diberikan kepada mereka, dan ini mencakup pembayaran zakat serta pemenuhan hak-hak sesama, baik yang wajib maupun yang sunnah. Itulah lima sifat mukmin sejati, yang meliputi tiga sifat batiniyah (sifat pertama, kedua dan ketiga) dan dua sifat lahiriyah (sifat keempat dan kelima). Tentu saja sifat-sifat mukmin sejati tidak hanya lima ini.Allah juga menyebutkan sifat-sifat lain seorang mukmin dalam banyak ayat-ayat     Al-Qur’an yang lain. Keimanan tersebut diperkuat lagi dalam QS Al-Mu’minun: 1-11, 1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,

3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan)yang tiada berguna, 4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,5.dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, 6.kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. 8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) danjanjinya. 9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya, 10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus.Mereka kekal didalamnya. Subahanallah begitu nikmatnya menjadi seorang yang benar-benar beriman, akan menjauhkan kita dari perbuatan dosa serta mendekatkan kita kepada surga,yang telah dijanjikan.Terus sampai mana keimana kita,apakah hanya seperti ombak lautan yang kadang pasang surut,apakah hanya sekedar ucapan dan tidak melakukan pebuatan kebajikan apapun ,yang bisa menjawab adalah diri kita masing-masing sampai manakah stadium keimanan kita.
1. Ayat al-Qur’an dan Terjemahannya


2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya   bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.
Alasan memilih ayat ini:
Karena dalam ayat ini Allah sangat tegas dalam mendefinisikan orang-orang yang benar-benar beriman, dan Allah menjajikan bagi mereka derajat yang tinggi,ampunan serta rezki kenikmatan yang mulia.

 

2. Makkiyah atau Madaniyah
Surah ini termasuk surah Madaniyah karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah. Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang berhubung kata Al Anfaal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya. Menurut riwayat Ibnu Abbas r.a. surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah. Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
3. Asbab an-Nuzul
Imam Ahmad meriwayatkan dalam kitabnya Al-Musnad dari sahabat ’Ubadah bin Ash-Shamit yang mengatakan,”Tentang kamilah (peserta Perang Badar) surah Al-Anfal ini turun. Yakni pada saat kami sedang berselisih seputar hasil rampasan perang, yang menjadikan akhlak kami sempat ”memburuk”. Maka Allah-pun mengambilnya dari tangan kami, dan menyerahkannya kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Maka beliau pun membagikannya kepada kaum muslimin secara merata.”Riwayat lain yang juga ada dalam Musnad Imam Ahmad menceritakan ungkapan ’Ubadah bin Ash-Shamit tersebut secara lebih rinci, bahwa setelah Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin atas kaum kafir pada Perang Badar, sebagian sahabat melakukan pengejaran terhadap musuh-musuh Allah yang lari dari medan pertempuran. Sebagian yang lain bertugas mengumpulkan hasil rampasan perang. Sedangkan kelompok ketiga bertugas menjaga benteng pertahanan terakhir dimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam berada untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman terhadap diri beliau. Setelah semua berkumpul pada malam harinya, terjadilah perselisihan antara ketigakelompok sahabat tersebut. Karena masing-masing kelompok mengatakan bahwa merekalah yang lebih berhak atas hasil rampasan perang daripada yang lain, maka turunlah firman Allah: ’Mereka bertanya kepadamu tentang hasil rampasan perang. Katakanlah: Hasil rampasan perang adalah untuk Allah dan Rasul-Nya. Maka bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara sesama kalian… dan seterusnya’ (permulaan QS Al-Anfal). Lalu Rasulullah pun membaginya diantara kaum muslimin.

 




2. Munasabah al-Qur’an
MUNASABAH  ANTAR SURAT
Dalam ayat 4 disebutkan bahwa “itulah orang-orang yang beriman yang sebenar-benarnya” ,dan pada ayat ke 3 dijelaskan bahwa orang itu mereka yang mendirikan salat dan menafkahkan rezkinya ,tentang rezki juga ada hubunganya pada ayat ke 4 ,Allah akan mengganti rezki yang dikeluarkan pada ayat ke 3.semua itu tidak lepas dari ketawakalan, cara bertawakal seorang mu’min telah dijelaskan pada point-point tersebut maka ada juga hubunganya pada ayat 1.
MUNASABAH  ANTARA SURAT AL A’RAAF DENGAN SURAT AL ANFAAL  

1. Akhir surat Al A’raaf mengemukakan   keadaan beberapa orang rasul sebelum Nabi Muhammad  s.a.w. dalam menghadapi kaumnya, sedang permulaan surat Al Anfaal menerangkan keadaan Nabi Muhammad s.a.w.    dalam menghadapi umatnya. Jadi ada hubunganya sesama keadaan Nabi.

2. Permusuhan antara Adam dan iblis di surga kemudian dilanjutkan dengan permusuhan antara manusia yang menerima petunjuk Allah dengan yang mengingkarinya, hal ini diterangkan dalam surat Al A’raaf. Hal yang serupa diterangkan lebih jelas dalam surat Al Anfaal sebagaimana pertentangan ke dua golongan itu, serta tingkah laku mereka dalam peperangan Badar.

 

2. Penjelasan Isi  Kandungan

2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya   bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa orang-orang munafik itu tiada sesuatu pun dari sebutan nama Allah yang dapat mempengaruhi hati mereka untuk mendorong mereka mengerjakan hal-hal yang difardukan-Nya. [1]Mereka sama sekali tidak beriman kepada sesuatu pun dari ayat-ayat Allah, tidak bertawakal, tidak salat apabila sendirian, dan tidak menunaikan zakat harta bendanya. Maka Allah menyebutkan bahwa mereka bukan orang-orang yang beriman. Kemudian Allah Swt.menyebutkan sifat orang-orang mukmin melalui firmanNya:
Sesungguhnya orangorang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka. (AlAnfal:2) Karena itu, maka mereka mengerjakan hal-hal yang difardukanNya.dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya). (AlAnfal:2) Maksudnya, kepercayaan mereka makin bertambah tebal dan mendalam.dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (AlAnfal:2) Yakni mereka tidak mengharapkan kepada seorang pun selainNya.Mujahid mengatakan bahwa orang mukmin itu ialah orang yang apabila disebut nama Allah hatinya gemetar karena takut kepadaNya.Hal yang sama telah dikatakan oleh AsSaddidan lain lainnya yang bukan hanya seorang. Demikianlah sifat orang yang beriman dengan sesungguhnya, yaitu orang yang apabila disebut Allah gemetarlah hatinya karena takut kepadaNya,lalu mengerjakan semua perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya.Sufyan AsSauri mengatakan, ia pernah mendengar AsSaddi mengatakan sehubungan dengan makna firmanNya:Sesungguhnya orange-rang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka. (AlAnfal:2) Bahwa yang dimaksud ialah seorang lelaki yang apabila ia hendak berbuat aniaya (dosa) atau hampir berbuat maksiat, lalu dikatakan kepadanya. “Bertakwalah kepada Allah!” Maka gemetarlah hatinya (danmembatalkan perbuatan aniaya atau maksiatnya)

[1] ALIMAMABUL FIDA ISMA’IL IBNU KASIR ADDIMASYQI,tafsir ibnu kasir

 




3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
Melalui ayat ini Allah Swt. menyinggung amal perbuatan mereka yang beriman, setelah terlebih dahulu menyebutkan perihal keyakinan dan akidah mereka. Amal perbuatan ini mengandung semua kebajikan, yaitu mendirikan salat yang merupakan hak Allah Swt. Sehubungan dengan hal ini Qatadah mengatakan bahwa mendirikan salat ialah memelihara waktu waktu penunaiannya, wudunya,rukuk dan sujudnya.Muqatil ibnu Hayyan mengatakan,mendirikan salat artinya  melihara waktu-waktu penunaiannya; menyempurnakan bersucinya, melakukan rukuk dan sujudnya dengan sempurna, membaca Al Qur’an di dalamnya, serta membaca tasyahhud dan salawat untuk Nabi Saw. Sifat orang yang beriman lainnya ialah menafkahkan sebagian dari apa yang direzekikan oleh Allah kepada mereka; termasuk ke dalam pengertian ini ialah mengeluarkan zakat dan semua hak hamba-hamba Allah, baik yang wajib maupun yang sunat. Semua makhluk adalah tanggungan Allah,maka orang yang paling disukai oleh Allah di antara mereka adalah orang yang paling bermanfaat bagi makhluk-Nya.



4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.
Orang yang beriman sebenar-benarnya yaitu orang yang telah menjalankan perintah pada ayat ke dua tersebut , sedangkan Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya Artinya, tempat dan kedudukan serta derajat di dalam surga yang telah dijanjikan. Yang disebutkan “Ampunan” Maksudnya,Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan membalas mereka dengan kebaikan-kebaikan.

 

2. Point-point Pengamalan ayat al-Qur’an
1. Segera meninggalkan perbuatan yang membuat hati kita tak tenang dan gemetar,    kerana itu mungkin suatu tindakan yang terlatar belakangi sebuah dosa.
2. Tiada yang berhak kita sembah kecuali Allah SWT
3. Mendirikan shalat agar kita termasuk orang-orang yang beriman
4. Menafkahkan sebagian rezki yang telah diberikan kepada kita
A. Kesimpulan
Bahwa sebuah keimanan itu bukan hanya ucapan kode yang menyatakan kepercayaan terhadap hal-hal tertentu, melainkan memalui beberapa point-point ketakwaan kita kepada Allah SWT, jadi hal ini bukan untuk orang yang merasa paling suci dengan harakahnya maupun orang yang mencari sebuah kedudukan,
bagaimanapun juga ketika orang yang gemetar hatinya entah itu ustadz,petani pedagang siapapun dia sedang terlatar belakangi tindakan yang berbau dosa,maka tinggalkanlah perbuatan tersebut. menafkahkan sebagian harta kita dituntut juga dalam pembahasan ini, Allah akan menggantinya dengan kedudukan derajat yang tinggi disisi-Nya ,ampunan dosa serta rizki yang mulia.

Daftar Pustaka
Aa Gym, Sofware E-Book Kumpulan Tausiyah Aa Gym, Ciputat , 1423 H.
Alimamabul  Fida Isma’il Ibnu Kasir Addimasiq,tafsir ibnu kasir, Sinar    Baru Algensindo .1991.
http://abumushlih.com/definisi-iman.html/
Al-Quran Digital Version 2.1